billfath.ac.id
  • 11 Feb 2021 18:45

Radikalisme sering kali dikaithubungkankan dengan simbol agama tertentu, salah satunya agama islam dengan legitimasi ayat jihad yang disalah artikan atau atas pemahaman yang parsial. Penganut paham radikalisme sering mendasarkan pada ideologi yang kaku,dan eksklusif serta dilakukan dengan cara fanatik buta sehingga tidak menutup kemungkinan berujung pada aksi terorisme.

Turut hadir dalam seminar tersebut,Wakil Rektor 1 Bapak Sukiman yang akrab dipanggil Pak Uky,warek II Universitas Billfath Muhammad Sya’roni M.Si ,Bapak Suprapto M.Pd sekertaris Perguruan tinggi yang mewakili Bapak Rektor Billfath yang tidak bisa hadir karena ada agenda acara bersamaan,dan Bapak Ependi,SH.,M.Kn kaprodi Ilmu hukum serta semua Dosen2 Fakultas hukum.
Setelah kegiatan pelantikan BEM dan DPM Fakultas Hukum Universitas Billfath yang dilanjutkan dengan Seminar Nasional dengan tema “Mencegah faham radikalisme mahasiswa untuk mewujudkan persatuan bangsa” adalah kegiatan yang relevan dengan masifnya generasi muda atau mahasiswa yang gandrung atas pemikiran-pemikiran radikalisme dan bertujuan menanamkan nilai-nilai kontra radikalisme kepada mahasiswa sehingga mereka tebentengi dari pengaruh gerakan radikalisme yang hingga kini terus berkembang. Lebih lagi gerakan faham radikalisme itu sangat kontradiksi dengan ajaran Islam “rahmatan lilalamiin” serta nilai-nilai kepesantrenan yg telah menjadi kultur di Universitas Billfath.

Salah satu pembicara sekaligus Dekan Fakultas Hukum Billfath, Anshori, SH.,MH menyampaikan dalam keynote speakernya bahwa “mencegah paham radikalisme adalah suatu keniscayaan, untuk itu acara yg diadakan oleh BEM Fakultas Hukum Universitas Billfath lamongan,sangat strategis dalam  upaya menangkal paham radikalisme, akan tetapi bukan berarti mahasiswa tidak boleh berpikir radikal,karena berpikir radikal bagi mahasiswa penting, asalkan bersifat dan bertujuan konstruktif dalam rangka mempertajam nalar pikir. Sementara terminologi radikalisme adalah sebuah paham dalam rangka kekuasaan politik secara revolusioner , kemudian sumbu pemicu paham radikalisme sangat bervariatif tidak hanya agama,faktor ketidakadilan juga merupakan faktor pendorong lahirnya paham radikalisme.

Febri Yulianto yang juga merupakan Ketua BEM Fakultas Hukum yang baru di lantik sa’at sambutan mengatakan “Bahwa kegiatan ini bertujuan
1. untuk memberi wawasan kepada  mahasiswa agar tidak terpapar faham radikalisme dan tetap cinta terhadap tanah air
2. mahasiswa fakultas hukum akan menjadi pelopor terdepan guna menangkal faham radikalisme di kampus.(inggil)